18 APRIL

Lama ku diam
Duduk termenung
Melangkah gontai tampa arah
Dalam tatapan hampa dan kosong

Detik demi menit
Menit demi jam
Jam demi hari
Hari demi minggu
Minggu demi bulan
Tak terasa satu tahun pun berlalu

Hari ini
Tak ada yang istimewa
Sama seperti hari biasa
Hari hari yang aku lalui
Seperti kemaren dan kemarennya lagi

Tak ada canda
Tak ada hura
Tak ada tawa
Tak ada cerita
Dan tak ada do'a

Sepi...
Itu yang aku rasa
Tampa ada yang menemani

Terasa hidup di sudut dunia
Terkucil dalam ramainya dunia
Entah sampai kapan
Harus ku lewati hari
Dalam kesendirian
Kesendirian yang sepi

Dimana akan aku temukan
Temukan satu kebahagian
Dimana aku cari
Mencari satu kebahagian
Dalam pelukan angan dan mimpi

AKU INGIN

Aku ingin bebas dari bayang mu
Bebas dari segala tentang dirimu
Lepas bebas dari segala rasa kepadamu
Lepas bebas dari segala cerita tentang mu

Memikirkan mu menyakitkan untukku
Memayangkan mu membuat aku gila
Sungguh aku ingin lepas
Sungguh aku ingin bebas

Tiada lagi memikirkan mu
Tiada lagi membayangkan mu
Tiada lagi memimpikan mu
Tiada lagi mengharapkan mu

Sungguh aku ingin lepas
Sungguh aku ingin bebas
Hidup jauh dari dirimu
Lepas dan bebas dari bayang bayang mu

Aku ingin sendiri
Lalui waktu dan hari ku
Tampa bayang bayang mu
Tampa memikirkan mu

Sungguh aku ingin lepas
Sungguh aku ingin bebas
Semua tentang diri mu

DIRI MU

Dalam setiap langkah ku
Dalam setiap waktu ku
Bayangmu selalu hadir menemaniku
Mengisi waktu dan hari ku

Rupamu terukir di pelupuk mataku
Dalam senyuman yang mengembang dari sudut bibir mu
Derai suara dan kata mu menggema berbisik di telinga
Sungguh itu semua membuat aku gila
Gila akan bayang mu
Gila akan cerita yang terukir bersamamu
Gila akan semua waktu dan hari yang berlalu bersamamu

Setiap waktu ku
Setiap hari ku
Aku merindukan mu
Aku menginginkan mu
Aku memikirkan mu
Adakah sebaliknya diri mu
Rindu kepada ku
Sayang kepada ku
Seperti diri ku yang selalu
Menunggu mu di sini

YANG TAK PASTI

Jauh dalam pikir
Memendam rasa yang tak terbendung
Harus kah aku jujur
Atau harus ku berbohong menutupi segala rasa
Rasa yang ada dalam dada
Rasa yang tak bisa ku ingkari

Ya allah apa yang harus aku lakukan?
Sampai kapan rasa ini bersemanyam dalam hati?
Rasa yang tidak mungkin ku jadikan menjadi nyata
Rasa yang kini hanya tinggal mimpi belaka
Rasa yang kini hanya di penuhi sesalan semata
Rasa yang meracuni diri
Sampai menutup mata hati pada yang lain

Apakah rasa yang ada hanya karena sesalan
Apakah rasa yang ada hanya karena rasa bersalah
Ataukah rasa ini benar adanya
Benar seperti rasa pada awalnya
Sungguh aku tidak bisa
Mengartikan ini semua

Sampai kapan aku harus seperti ini
Diam dalan rasa yang tak pasti
Terpaku pada asa yang tak pasti
Mengharap pada yang tak pasti
Sampai kapan aku harus begini
Bermain dalam dunia khayalan
Menunggu yang tidak akan datang
Bertahan dan menunggu

PENGAKUAN

Kamu tahu apa yang aku rasa
Kamu tahu apa yang aku damba
Dalam malam kelam ku lamunkan
Dalam mimpi semalam ku angankan
Engkau datang dalam kenyataan
Membawa segala rasa dan asa bersama cinta

Engkau yang terbaik dari ribuan bintang
bekelap kelip di malam lengang
Engkau tercantik dari ribuan kembang
Mekar di taman larangan

Jujur ku ungkap segala rasa
Dalam kalimat tulus aku rangkai dalam kata
Dalam harapan tinggi dalam angan cinta
Bahwa aku sungguh Cinta

Rembulan malam terangi langkahku
Angin malam sampaikan segala rasa ku
Sampai kan pada satu insan rupawan di sana
Sungguh aku rindu dan cinta

Bulan bintang
Saksikan pengakuan ku kepada sang juwita menawan
Sungguh aku dalam perkataan
Sungguh aku dalam keinginan
Aku cinta dan sayang
Padamu yang disana

Pertama Ku Suka

Awal ku dengar deretan huruf
tersusun indah mengandung makna
terucap indah dalam bahasa
terucap merdu dalam bahasa
ku panggil namamu dengan rasa
dari awal kulukiskan rupa
rupa yang menghiasi alam khayal
rupa yang menemani di setiap lelap tidurku
ada rasa yang menyelinap dalam dada
ada rasa yang mengairi rongga jiwa
antara sadar dan tidak aku suka
suka akan dirimu duhai juwita

sungguh aku memendam rasa
rasa yang lahir dari setiap asa
asa dan rasa yang membuatku terus merajuk mimpi dunia
bisa bersama dalam cinta
arungi waktunya dunia
bersama dalam suka dan duka
selamanya

Awal Pertama

Di bawah panasnya udara kota
angin berembus sepoi membelai
di tengah rerimbunan dedaunan menghijau
aku engkau jabat sambut tangan
dalam ukiran senyum mengukir di sudut bibir
engkau lain dari yang lain
engkau istimewa dari yang teristimewa
aku ingin menjadi teman bagi mu
ku ingin menjadi sahabat bagi mu
berbagi tawa dan senyuman dalam kala waktu bahagia
aku ingin menjadi teman dan sahabat untuk mu
di saat duka dan derita datang mendera

mari bersama
beriring jalan seirama
melewati waktu nya dunia
sampai akhirnya tiba
sampai masanya tiba
aku dan engkau sama bahagia
melewati waktu dan bersama